Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Bang, Dhin, Kemampuan Mendeteksi Orang Sakit Harus Ditingkatkan,

 

BANJARMASIN  Kontak24jam.com -  Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel) mengumumkan penambahan jumlah kasus Covid-19 yang sangat signifikan dalam sehari. Jumlah pasien positif kebanyakan ditemukan dari hasil tracing kontak erat dari pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif.

Akademisi Fakultas Kedokteran ULM dan sekaligus sebagai Ketua Dewan Pakar DPD- FIDN Kalimantan Selatan menjelaskan bagaimana seharus nya wilayah dalam merespon terjadinya lonjakkan Covid-19 termasuk partisipasi publik dalam sinergitas dalam  pemerintah daerah. 

"Cara untuk menilai dan merespon Tinggi dan Rendahnya kasus Covid-19 di suatu daerah/wilayah  yang sangat krusial dan fundamental yaitu di Bagian Hulu di tandai dengan ukuran-ukuran ilmiah" jelas Prof. Husaini.

Ukuran-ukuran yang dimaksud adalah nilai  positivity rate (PR) atau nilai infeksi Covid-19 di tengah masyarakat  setiap hari nya di bawah 5% selama minimal  10 minggu berturut- turut. Makna nilai PR ini  menggambarkan fakta kasus Covid-19 di tengah masyarakat, artinya jika nilai PR semakin tinggi di atas 5% , maka semakin banyak pula potensi kasus Covid-19 di tengah masyarakat.

Ukuran kedua adalah Angka pelacakan kasus ( Tracing ) dan Isolasi ( RLI) di  sesuaikan dengan angka/ukuran Positivity Rate ( PR), jika PR=5%, maka tracing/lacak kasusnya minimal 1:30 ( standar WHO), kemudian  di lanjutkan dengan secepat nya untuk di Testing/uji tes dengan metode lebih di utamakan menggunakan PCR Test atau TCM Test. Nilai rasio lacak dan isolasi ( RLI ) menggambar kan atau  menjelaskan hubungan kemampuan wilayah dalam respon Covid-19, yaitu jika ada satu yang tetkonfirmasi positif, maka minimal 30 orang yang di lacak dan di testing yang kemudian bila di temukan konfirmasi kasus segera lalukan treat/tindakan baik isolasi terpusat atau jika dalam kondisi sakit sedang dan berat di rawat di rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah tersebut. 

Yang menjadi ukuran ketiga adalah nilai Re atau Rt wajib di bawah 1 (satu) selama minimal 10 minggu berturut-turut. dan ukuran terakhir adalah angka disiplin kepatuhan masyarakat dalam penggunaan prokes Covid-19 minimal  skornya 85 minimal 10 minggu berturut-turut.

"Jika bagian hulu tersebut kurang optimal dilakukan/dilaksanakan oleh suatu wilayah dalam merespon lonjakkan kasus Covid-19 serta TIDAK di bendung, maka  berapapun kapasitas rumah sakit dan faskes di sediakan termasuk Sumber Daya Manusia beserta operasionalnya TIDAK akan mampu" ucap Prof. Husaini

Menyoroti hal ini, Muhammad Syaripuddin Wakil Ketua DPRD Prov. Kalsel kembali menghimbau agar bersama-sama untuk  membendung bagian hulu seperti dimaksud diatas. 

"Saya selalu bilang, hayo pemerintah perkuat 3T, 5M, Vaksin dan Kom/Koor antar stake holder yang efektif" kata Bang Dhin, sapaan akrab politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Bang Dhin mengatakan bahwa kemampuan mendeteksi orang sakit harus ditingkatkan, kemudian ditest dan obati. 5M juga harus ditingkatkan, pengawasan ekstra oleh Pemerintah dan dimohon partisipasi masyarakat. 

Begitu pula dengan vaksin, ketersediaan stok dan distribusi harus diperhatikan Pemerintah serta tidak lupa mengenai pelaksanaan vaksinasi yang masih bermasalah terkait kerumunan. 

"Kasian para nakes di faskes yang merupakan tokoh di bagian hilir, mereka terlalu kita jadikan titik tumpu. Sudah seharusnya bagian hulu membantu meringankan beban kerja mereka" ujar, Bang Dhin (Red)

Posting Komentar

0 Komentar