Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Mengajar Anak ABK Harus Memiliki Kesabaran Yang Dalam Dan Pemahaman Yang Khusus Pula.

 
TANAH BUMBU, kontak24jam.Net - Menjadi seorang pengajar bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)  merupakan pekerjaan mulia sekaligus menantang. Mereka pun dituntut untuk dapat menghidupkan pembelajaran melalui metode pembelajaran yang beragam.

Salah satunya dengan aktif menghadirkan media pembelajaran. Hal tersebut pun dirasakan oleh salah satu pengajar di SLB Negeri Tanah Bumbu Joko Nopem S.Pd. yang lebih Akrab dipanggil Pak Joko.

Joko mengaku, sejak mengajar di SLB Negeri Tanah Bumbu, untuk pertama kalinya ia merasakan benar-benar menjadi seorang guru yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik. "Hal tersebut dibuktikannya selain mengajar untuk Anak ABK di SLBN Tanah Bumbu Joko juga membuat Sekolah Terapi untuk Anak-anak hiper Aktif usia 3 tahun hingga 5 tahun di Rumahnya secara sederhana Alhamdulillah sudah banyak Anak anak warga Tanah Bumbu yang sembuh.

Menurut Joko  ketika mengajar siswa di sekolah reguler, siswa tersebut cukup diberikan pemahaman dan mereka akan melakukan sendiri, beda halnya dengan Anak berkebutuhan Khusus (ABK).

Joko sendiri saat ini menjadi pengajar dari siswa Penyandang Autis   tunagrahita, sampai tuna rungu  SLB Negeri Tanah Bumbu Melihat kondisi siswanya tersebut, Ia pun termotivasi melakukan berbagai macam strategi dan teknik pembelajaran sehingga mampu menarik minat siswa untuk kian rajin belajar.

Menurut Joko, "hal pertama Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus diutamakan Kesabaran  yang mendalam serta mengetahui lebih dulu hambatan apa yang dialami oleh siswa tersebut. Dengan begitu kita akan tahu bagaimana menghandlenya di kelas.

serta terus mendampingi siswa tersebut. Karena Semua guru dituntut harus membagi waktu  perhatiannya kepada semua siswa yang kebutuhan khusus akan memerlukan perhatian yang khusus pula.

Joko juga menambahkan dalam memperlakukan siswa tersebut diupayakan sama seperti siswa lainnya, diberi dukungan dan motivasi. Diberi apresiasi jika ia dapat melakukan atau mencapai sesuatu.

Untuk itu, dirinya juga sudah berniat dalam hati agar pekerjaannya ini bisa menjadi bekal untuknya ketika di akhirat nanti.

"Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau di sekolah umum kan cepat menerima pelajaran, sedangkan kita lama, jadi kalau kami di sini melihat anak bisa membaca atau menulis saja sudah senang. Jangan kan itu, melihat mereka duduk mandiri dengan tenang saja sudah kebanggaan," ungkap Joko

Terakhir,  Joko  juga menitipkan pesan agar semua masyarakat, Pemerintah setempat agar kiranya bekerja sama  mengutamakan Perhatiannya kepada Anak-anak warga Tanah bumbu yang berkebutuhan Khusus karena kalau bukan kita siapa lagi ujar Joko.

"Kemudian untuk orang tua siswa-siwa harus tetap bersemangat, menyekolahkan  Anaknya karena mereka ini Anak anak Istimewa yang di titipan kepada kita jangan merasa rendah hati memiliki Anak ABK, "ingat Allah tak pernah gagal dalam menciptakan Makhluknya  untuk itu  Mari kita berkolaborasi terus merawat mereka," ajak Joko. 




Posting Komentar

0 Komentar