Unordered List

6/recent/ticker-posts

547 KK atau 1.868 jiwa terimbas Banjir Di Kabupaten Tanbu.

 

TANAH BUMBU, kontak24jam.Net - Di Kecamatan Sungai Loban, empat desa terdampak banjir, yaitu Sebamban Lama, Sungai Loban, Sebamban Baru, dan Sungai Dua Laut, mengakibatkan 547 KK atau 1.868 jiwa terimbas. Sementara itu, di Kecamatan Kusan Hulu, delapan desa terendam banjir, termasuk Binawara, Pacakan, 

Manuntung, Bakarangan, Sungai Rukam, Karang Mulya, Anjir Baru, dan Lasung, mempengaruhi 660 KK atau 1.801 jiwa.

Kondisi di Desa Bakarangan

Di Desa Bakarangan, banjir merendam 62 rumah di lima RT dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

 Jalan sepanjang 2 kilometer dan sekitar 30 hektare sawah juga terendam. BPBD telah mendirikan posko banjir untuk membantu warga setempat.

Dampak di Kecamatan Kuranji dan Karang Bintang

Di Kecamatan Kuranji, khususnya RT 01 dan 02 di Desa Ringkit, sembilan rumah terendam dan 40 KK terdampak. 

Di Kecamatan Karang Bintang, air setinggi 50 sentimeter merendam Jalan Desa Karang Rejo, menyebabkan gangguan transportasi.

Tindakan BPBD dan BMKG

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, memicu kenaikan air Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga merendam jalan, rumah, dan persawahan. 

“Akibatnya, aktivitas warga dan transportasi terganggu,” kata Sulhadi pada Rabu (05/06.24). 

BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memantau dan mendata korban banjir. Mereka juga telah menyiapkan perahu karet untuk mengevakuasi warga jika diperlukan.

Analis Iklim Staklim Kelas I BMKG Kalsel, Muhammad Arif Rahman, memprediksi potensi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Kalsel selama 2-3 hari ke depan. 

“Namun, untuk wilayah Kotabaru dan Tanah Bumbu, BMKG memberikan peringatan khusus,” ungkap Arif. Diperkirakan musim kemarau di kedua wilayah ini baru akan dimulai pada bulan Agustus.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Arif, fenomena alam seperti Gelombang Rossby ekuatorial dan belokan angin di timur Kalsel menyebabkan curah hujan yang tinggi. “Ketidakstabilan atmosfer juga memperkuat pembentukan awan hujan, meningkatkan intensitas hujan, dan berujung pada hujan ekstrem,” jelasnya.

BPBD terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi terkait cuaca dan kondisi banjir. Warga diharapkan untuk selalu memonitor informasi dari pihak berwenang dan siap siaga terhadap kemungkinan evakuasi. (her)


Posting Komentar

0 Komentar