Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Presiden Rusia Vladimir Putin Beberkan Alasan Melakukan Serangan ke Ukraina.

 

Kontak24jam.Net - Presiden Rusia Vladimir Putin, "membeberkan alasan melakukan serangan ke Ukraina. Sebelumnya, ia mengumumkan operasi militer di wilayah Donbas di timur tetangganya itu meski ledakan hampir terjadi di beberapa kota Ukraina, termasuk Kyiv.

"Keadaan mengharuskan kami untuk mengambil tindakan tegas dan segera," kata Putin, dalam pidato yang disiarkan televisi, menurut transkrip RIA-Novosti, Pada Kamis lalu  (24/2/22) 

"Republik Rakyat Donbas (milisi pro Rusia di Ukraina timur) meminta bantuan kepada Rusia. Dalam hal ini, sesuai dengan Pasal 51, bagian 7 Piagam PBB, dengan sanksi Dewan Federasi dan sesuai dengan perjanjian persahabatan yang diratifikasi oleh Federal Musyawarah dan gotong royong dengan DPR dan LPR, saya putuskan untuk melakukan operasi militer khusus," tambahnya.

Sementara itu, ledakan dilaporkan masih terus terjadi di sejumlah kota Ukraina. Bukan hanya ibu kota negara Kyiv, tapi juga beberapa kota lainnya.

Ledakan keras terdengar di Kramatorsk, sebuah kota garis depan yang berfungsi sebagai ibu kota efektif pemerintah Ukraina untuk zona perang timur. Tidak hanya itu, lebih banyak ledakan terdengar di kota pelabuhan timur, Mariupol.

Koresponden AFP juga mendengar ledakan di kota pelabuhan Laut Hitam Odessa, dengan sirene polisi dan ambulans terdengar di seluruh ibu kota wilayah Ukraina. Ledakan juga terdengar di Kharkiv, sebuah kota besar 35 kilometer (20 mil) selatan perbatasan Rusia.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan status darurat militer dan meminta warga tetap tinggal di rumah. Dalam keterangannya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia menyerang infrastruktur militer Ukraina.

"Rusia melakukan serangan terhadap infrastruktur militer kami dan penjaga perbatasan kami. Ada ledakan terdengar di banyak kota di Ukraina," kata Zelensky dalam sebuah video dikutip Media CNN Internasional. (Red)







Posting Komentar

0 Komentar