Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Rusia Serang Ukraina, WNI Sedih Tinggalkan Rumah & Minta Doa dari Warga Indonesia

 

Kontak2jam.Net - Hubungan Rusia dan Ukraina kian memanas. Rusia mulai melakukan invasi ke Ukraina sejak 24 Februari. Ketegangan tidak hanya dirasakan oleh pemerintah. Penduduk lokal, termasuk pendatang juga dibuat panik. Pasangan Warga Negara Indonesia (WNI) pun membagikan pengalaman mereka ketika kejadian tersebut berlangsung.

Dalam video amatirnya melalui ponsel, yang dibagikan VOA Indonesia, Vanda Sakina Damayanti memberitahukan kondisi saat Rusia menginvasi Ukraina. Pagi sebelum ke KBRI, Vanda mendengar sirene serangan udara.

"Teman-teman doain kita selamat ya. Mungkin kita akan pergi ke shelter atau ke KBRI," kata Vanda.

Kemudian terdengar gemuruh mesin pesawat di langit Ukraina, tapi pesawatnya tidak terlihat. Hal ini lantas cukup membuat Vanda dan warga lain panik.

"Oh my God, ada pesawat tapi enggak kelihatan di mana," ucap Vanda dalam video amatirnya.

Dalam perjalanannya ke KBRI, biasanya pagi hari jalanan padat merayap. Tapi pagi itu berbeda, Vanda menyebut jalanan di pusat kota Kyiv sepi. Sikap warga lokal dalam menghadapi situasi ini pun berbeda-beda.

"Ada (warga) yang nyantai, ada yang panik bawa koper," katanya.

Kemudian Vanda juga mengupdate kondisinya bersama sang suami, Denny Fachry yang diminta untuk meninggalkan rumah oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia. Terlihat di video, mereka meninggalkan rumah di malam hari.

"Agak mellow tadi ninggalin rumah. Lumayan banyak pengalaman indah. Bingung mau ngomong apa, agak-agak capek, lelah," kata Bunda dua anak itu.

Diketahui, keluarga Vanda dan Denny sudah satu tahun lebih tinggal di Ukraina. Denny bekerja di perusahaan gas dan minyak, Bunda.

Mereka dan kedua anaknya saat ini sedang berkumpul di KBRI Kyiv, menunggu arahan berikutnya, usai Rusia menyerang Ukraina.

"Kita masih belum tahu, masih menunggu arahan. Sementara ini mungkin kita bermalam (di KBRI)," ujar Denny.

"Memang, hati kita was-was, cuma berusaha untuk tenang saja," katanya.

Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa KBRI punya tiga safe house atau tempat aman. Ketiganya berlokasi di Kyiv, Lviv, dan Odessa. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar