Unordered List

6/recent/ticker-posts

Sambil Perlihatkan Mandau Terbang, Tokoh Adat Suku Dayak ke Edy Mulyadi: Kamu Mau Ini?


KAL-SEL,  Kontak24jam.Net  -  Masyarakat Suku Dayak, Kalimantan tampak kesal dengan ucapan jurnalis senior Edy Mulyadi yang menyebut kawasan Kalimantan menjadi tempat jin membuang anak. Itu Disampaikan Edy untuk  mengkritik perpindahan Ibu Kota Negara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Sebagaimana yang dilihat dalam sebuah potongan video yang kini sedang viral di media sosial sejumlah tetua dan tokoh adat masyarakat Dayak mengecam  keras  pernyataan Edy. 

Tidak main-main, mereka bahkan mengancam bakal mengirim mandau terbang  untuk mengadili Edy yang disebut telah menyakiti hati masyarakat Kalimantan. 

Mandau adalah senjata tradisional masyarakat Dayak yang bisa dipakai untuk berperang, senjata ini disebut - sebut memiliki kekuatan mistis dan cukup sakti lantaran bisa terbang sendiri dan menyasar musuh - musuhnya. 

"Kamu mau ini? Saya siap!,” kata salah satu tokoh adat  Masyarakat Dayak sembari memperlihatkan mandau terbang sebagaimana dilihat dalam sebuah video yang diunggah akun instagram @infokalteng Senin (24/01/22)

Supaya tidak terjadi hal - hal yang diinginkan,  tokoh adat yang tidak menyebutkan namanya itu meminta supaya polisi segera turun tangan menangkap Edy karena ucapannya itu dinilai sangat rasis.

"Meminta Mabes Polri agar segera menangkap Edy Mulyadi untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya. 

Tidak ingin membuang - buang waktu, tokoh adat itu hanya memberikan waktu 1 x 24 jam kepada polisi untuk meringkus  Edy. Jika itu tidak dilakukan, maka pihaknya bakal mengadili Edy dengan cara mereka sendiri.

"Apabila dalam 1x24 jam tidak sisikapi, maka kami akan mengambil sikap tegas Edy Mulyadi seusai dengan cara dan adat budaya yang berlaku di daerah kami," kata tokoh adat.

Video itu singakt ini mendapat banyak atensi dari masyarakat pengguna sosial media lainya, mayoritas dari mereka ikut mengutuk keras pernyataan Edy Mulyadi. 

"Nah pak Edy Mulyadi, mulutmu harimaumu, permintaan maaf mu belum cukup untuk kami warga Kalimantan," tulis @rakbungaberunai.

"Harus di tindak tegas. Jangan mau di kasih ampun. Harga diri di injak-injak dihina-hina," tulis @mya.puspitaa.

Posting Komentar

0 Komentar