Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Bupati Tanah Bumbu Beli Mimbar untuk Masjid Apung ZA di Siring Pagatan.

 

TANAH BUMBU, kontak24jam.Net - Masjid Apung Ziyadatul Abrar ( ZA ) di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir terus dilengkapi fasilitasnya oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, setelah diresmikan beberapa waktu lalu selasa (16/01/24)

Seperti Minggu lalu kemarin misalnya, Bupati Tanah Bumbu Abah Zairullah Azhar didampingi Ketua Badan Pengelola Masjid Apung ZA Akhmad Rozain, staf Ahli Bupati Dwi Dibyo Raharjo ( Dabuy ), Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu Syaikul Ansari mendatangi toko meubel di Banjarmasin yang menjual Mimbar Masjid, dan perlengkapan meja kursi.

“Pak Bupati membeli Mimbar Masjid dan batas pemisah antara laki-laki dan perempuan ketika melaksanakan sholat,” kata Ketua Badan Pengelola Masjid Apung ZA Akhmad Rozain, Minggu.

Keberadaan Mimbar Masjid sangat diperlukan untuk kegiatan keagamaan di Masjid Apung ZA, apalagi saat sholat Jumat yang dijadikan tempat khotib memberikan khotbahnya.

Berdasarkan pemantauan wartawan media ini di lapangan model mimbar masjid ini berwarna kombinasi cokelat perpaduan emas, termasuk jenis podium jati ukir terpopuler dan banyak diminati.

Seperti diketahui mimbar adalah panggung yang berada di dalam tempat ibadah umumnya pada masjid yang difungsikan oleh pemuka agama/imam untuk menyampaikan khotbah. Umumnya mimbar disertai dengan mikrofon dan kursi.

Di Indonesia, mimbar sudah menjadi barang yang sudah umum digunakan pada masjid. Bahkan, mimbar adalah elemen umum arsitektur masjid tradisional.

Secara simbolis, mimbar masjid adalah tempat kedudukan imam yang memimpin shalat di masjid dan menyampaikan khotbah. Untuk itu, Mimbar Masjid seakan sudah menjadi tradisi dan kewajiban yang harus ada di sebuah masjid maupun mushola.

Pada beberapa masjid kuno kerajaan, Mimbar Masjid biasanya terbuat dari kayu jati dengan beberapa ukiran yang berfungsi sebagai hiasan.

Mimbar Masjid biasanya dibuat lebih tinggi ( bertingkat ) dari lantai masjid. Hal ini untuk memudahkan para jamaah melihat dan mendengarkan khotib berkutbah.

Dan seringkali juga dilengkapi dengan penutup di bagian atas. Komponen lain dari mimbar masjid adalah tongkat yang terbuat dari kayu, yang biasanya dipegang oleh khatib pada saat berkhotbah.

Hingga sekarang masyarakat yang datang ke Masjid Apung ZA setiap harinya, jelas Akhmad Rozain tidak kurang dari 500 orang.



PENULIS,  Herry.Akj

Posting Komentar

0 Komentar