Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Jumlah Pengusaha Muda Di Indonesia Hanya 3,4% Masih Kurang, Kalah Dengan Negara Negara Maju

JAKARTA, Kontak24jam.Net - 

Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming, mengungkap saat ini jumlah pengusaha di Indonesia hanya 3,4%. Angka itu masih kurang untuk menjadi suatu negara maju yang butuh 12-14% pengusaha.

Oleh sebab itu, Ia berharap pihaknya bisa membangun untuk mempersiapkan pengusaha muda di Indonesia. Harapan itu dilandasi dengan upaya menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda.

"Saya berharap perjuangan itu bisa dilaksanakan dari tahun ke tahun, sehingga entrepreneur Indonesia bisa terus bertambah dan pada masanya Indonesia akan menjadi negara yang maju karena entrepreneur mudanya semakin banyak mencapai 10 hingga 14%," katanya dalam keterangan pers, Selasa (31/5/22).

Mardani juga mengatakan pihaknya akan terus berjuang tidak saja diharapkan menjadi pengusaha nasional yang tangguh, tetapi juga menjadi pengusaha yang berwawasan kebangsaan dan memiliki kepedulian terhadap tuntutan nurani rakyat.

"HIPMI ingin di era keemasan ini dapat diwujudkan seiring peran penting HIPMI membantu memutar roda perekonomian bangsa Indonesia agar bergerak maju dan semakin cepat," jelasnya.

HIPMI sendiri telah berdiri selama 50 tahun lamanya. Mardani mengungkap HIPMI telah ikut berkontribusi untuk Indonesia. Apa lagi pendirian organisasi ini dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda.

"HIPMI dibentuk sebagai wadah dunia usaha yang dapat menampung dan menghimpun aspirasi pengusaha muda Indonesia dimana mereka turut bertanggung jawab terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional, serta turut mencari dan membentuk identitas pengusaha nasional baik sekarang maupun yang akan datang dalam proses akselerasi dan modernisasi," ungkapnya.

"Pada saat itu, anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah, sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI/Polri, dan lain sebagainya," tambahnya.

HIPMI dilatarbelakangi oleh Konferensi KADIN ASEAN yang bertujuan agar kelak dapat sejajar dengan pengusaha muda lainnya di tingkat Internasional. HIPMI terus melakukan usaha-usaha demi menggerakkan sektor perekonomian bangsa.

Salah satu usaha HIPMI adalah ikut aktif dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). HIPMI membantu para pelaku UMKM dengan memberikan modal

Menurut Mardani, UMKM Indonesia masih sulit dalam permodalan karena kurang adanya jaminan yang dimiliki oleh pengusaha UMKM. Dampaknya, pihak perbankan sulit untuk memberikan kreditnya.

"Selain itu, kurang adanya dukungan dari pemerintah yang menjadikan UMKM sulit berkembang. Peran birokrasi sangat menentukan pengembangan usaha tersebut, apabila beberapa kendala tersebut dapat ditangani dengan baik, HIPMI yakin bahwa Indonesia akan mampu bersaing dengan India ataupun China," ungkapnya.

Selain itu, Mardani mengatakan HIPMI juga ikut serta memantau kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia. Pihaknya juga terus mencermati perkembangan situasi perekonomian Indonesia, dan memandang perlu menyikapi serta mengambil langkah-langkah strategis, tidak hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi terlebih untuk perekonomian bangsa dan negara Indonesia.

"Dalam kurun waktu 50 tahun, pasti banyak melahirkan bukan saja entrepreneur-entrepreneur muda tapi juga melahirkan pemimpin-pemimpin muda, kami ingin membuktikan bahwa HIPMI adalah organisasi yang hebat dan siap menjadi pemimpin-pemimpin muda dan juga menjadi entrepreneur muda," tuturnya.

"HIPMI dilahirkan sebagai entrepreneur muda dan dipersiapkan menjadi pemimpin muda oleh pendiri-pendirinya. Para anggota HIPMI di 34 provinsi merupakan pemimpin-pemimpin masa depan di tingkat provinsinya masing-masing dari tingkat kabupaten bahkan tingkat nasional," terangnya.

Kini, sebagai organisasi independen non partisan yang bergerak di bidang perekonomian, HIPMI selalu berjuang membangun Indonesia dari sektor pertumbuhan ekonomi. Seperti halnya sekarang ini, HIPMI konsisten mengawal dunia usaha agar dapat terus tumbuh di masa pandemi COVID-19. (Red)

Penulis : Heriyanto

Posting Komentar

0 Komentar