Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Haji Isam Polisikan Mantan Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal Pajak

 
Kontak24jam.com
Pengusaha Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam mempolisikan mantan tim pemeriksa pajak Direktorat Jenderal Pajak, Yulmanizar, atas dugaan kesaksian palsu dan pencemaran nama baik terkait pengondisian nilai pajak PT Jhonlin Baratama tahun pajak 2016 dan 2017. Yulmanizar dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Dilansir CNN Indonesia. "Demi memulihkan martabat dan nama baik klien kami, kami telah mengajukan laporan polisi atas adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Sdr. Yulmanizar, yakni tindak pidana kesaksian palsu di atas sumpah, pencemaran nama baik dan/atau fitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 242, 310, dan atau Pasal 311 KUHP," ujar pengacara Haji Isam, Junaidi, Rabu (6/10/21)

Junaidi menepis kesaksian Yulmanizar yang menyebut Haji Isam memberikan perintah langsung kepada konsultan pajak, Agus Susetyo, untuk mengondisikan nilai pajak perusahaan sebesar Rp10 miliar.

Menurut dia, Haji Isam merupakan pengusaha yang taat hukum dan telah memberikan banyak kontribusi kepada negara. Selain itu, lanjut dia, Haji Isam disebutnya sebagai tokoh masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu yang banyak membantu pembangunan daerah.

"Keterangan Sdr. Yulmanizar dalam persidangan telah berusaha membunuh karakter klien kami dan telah mencemarkan nama baik klien kami," ucap Junaidi.

Ia menambahkan,"klien kami hanya merupakan pemegang saham ultimate (di Holding Company) yang tidak terlibat dalam kepengurusan dan operasional PT Jhonlin Baratama sehingga tidak mengetahui hal-hal terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama."

Itu terungkap saat jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mantan tim pemeriksa pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Yulmanizar, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (4/10).

Pada BAP dimaksud dijelaskan bahwa dalam pertemuan antara tim pemeriksa pajak dengan konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo, ada permintaan ihwal pengondisian pajak perusahaan sebesar Rp10 miliar.

Merespons itu, KPK yang menangani perkara dugaan suap pajak dengan terdakwa Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani mengaku bakal mendalami dugaan peran Haji Isam. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar