Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Bang, "Dhin,, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Kedai Kopi Yang Terdampak Ditengah PPKM Level 4

BANJARMASIN  Kontak24jam.com
Pegusaha kafe kopi tersebut untuk mengeluhkan turunnya pendapatan usaha, lantaran kebijakan take away selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Banjarmasin.

“Selama PPKM Level 4 tersebut, pendapatan usaha turun drastis. Kami tetap berusaha bertahan ditengah kondisi berat ini,” ucap Diaz owner Universe Cafe.

Perwakilan perkumpulan pengusaha kafe kopi Kalimantan Selatan silaturahmi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel M.Syaripuddin, SE,M.A.P,  Pada Selasa  (10/8/21).

Menurut  Diaz, dia menceritakan, bahwa dirinya  berat menjalankan usaha ditengah pandemi dan sejumlah regulasi yang dirasa membuat UKM perlahan-lahan akan mati.

“Salah satu kebijakan yang sangat kami rasakan yakni aturan Take Away. Kebanyakan pengunjung cafe ingin bersantai menikmati suasana. Kami pun sudah melaksanakan prokes secara ketat, dan aturan sesuai apa yang di anjurkan pemerintah namun tetap tidak diperbolehkan,” terangnya kepada awak media. 

Meski menerapkan sistem Take Away (bungkus), namun usahanya tetap jadi masalah. “Ketika ada beberapa pelanggan yang datang untuk Take Away, juga dianggap Dine In (makan di tempat) karena mengantri juga dianggap kerumunan , Jadi ini sangat membuat kami bingung,” keluhnya. 

Serupa dengan Noviandi, Owner Utara Cafe yang belokasi di Sultan Adam, yang mengaku pernah dianggap melanggar prokes lantaran sejumlah pelanggan yang antri menunggu pesanan Take Away sedang diproses pelayan. 

“Kan setelah order diproses dulu. Kebetulan ada beberapa pelanggan yang datang bersamaan . Itupun dianggap Stay In dan saya dianggap melanggar prokes,” bebernya.

Noviandi berharap pemerintah lebih peka dan jelas dalam aturan PPKM level 4, pemerintah bisa  menetapkan sebuah kebijakan dan tetap menerapkan prokes secara ketat. Jangan ada yang masih buka dan ada yang di suruh tutup, dan di berikan sangsi yang tidak merata. Ucapnya. 

“Kami siap dengan prokes ketat dan tetap kami laksanakan sesuai aturan pemerintah. Namun kami juga berharap nasib UMKM juga diperhatikan agar roda ekonomi tetap berputar ditengah situasi berat seperti saat ini,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD M.Syaripuddin, biasa di sapa bang dhin mengatakan, akan memperjuangkan aspirasi pengusaha kedai kopi/warkop/cafe sejenisnya,  
salah satunya pelaku usaha kedai kopi yang sangat terdampak ditengah pandemi. 

“Bang dhin Fraksi Partai PDI Perjuangan  ini juga mengingatkan pemerintah agar semakin ketat dalam penegakan disiplin aturan di lapangan dan mengantisipasi dampaknya. Pemerintah untuk lebih ketat mengawasi kerumunan warga agar target penurunan Covid-19 tercapai dan tidak tebang pilih dalam menjalankan aturan. Kalaupun ada terkait rencana pelonggaran PPKM. Ketika pelonggaran PPKM diberikan Pemerintah Pusat dan daerah harus benar-benar ketat, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

Semoga keluhan dari kawan-kawan pengusaha kafe kopi ini dapat menjadi perhatian kita bersama, Karena UKM dan UMKM merupakan sektor ekonomi masyarakat yang masih bisa bertahan selama pandemi ini, ujar Sekjen DPD PDI Perjuangan itu dalam pertemuannya dengan pengusaha kopi. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar