Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Penundaan MTQN Tingkat Provinsi Mendadak Viral, HM Rosehan NB Sayangkan Sikap Kafilah

KONTAK24JAM.COM - Pj Gubernur Safrizal ZA telah memutuskan menunda pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan yang digelar di Kabupaten Tanah Bumbu.

Penundaan itu, bertepatan dengan agenda pembukaan yang rencananya dilaksanakan hari Sabtu (3/4/21) kemarin

Buntut penundaan MTQ tersebut, tiba-tiba beredar sejumlah video di media sosial dan di WhatsApp video diduga qari dan dewan hakim yang sepertinya kecewa atas penundaan tersebut.

Sayangnya, cara mereka menyampaikan kekecewaan tersebut dengan melantunkannya seperti tilawah atau lagu saat membaca Alquran.

Setidaknya ada empat video yang diterima media kontak24jam.com.

Video pertama seorang laki-laki muda berkemeja putih mengenakan peci putih.

Dia menyampaikan tidak apa-apa MTQ ditunda asal uang saku.

“Kada apa-apa MTQ ditunda asalkan uang saku sudah dapat”

Begitu kalimat yang disampaikannya dengan gaya tilawah.

Video kedua seorang pria berkacamata mengenakan kaus putih dan peci putih

“Amun MTQ ditunda siapa yang membayar honor kami dewan hakim”. Demikian kalimat yang disampaikannya, juga dengan nada tilawah.

Satu lagi video seorang pria muda mengenakan kaus hitam, dan video tiga perempuan yang mengaku kafilah dari Amuntai (Kabupaten Hulu Sungai Utara).

Inti kedua video terakhir tersebut sama, mempertanyakan pembayaran honor dengan ditundanya MTQ.

Cara mereka menyampaikan juga sama, dengan melagukan ucapan mereka dengan nada tilawah.

Dikutip dari  Konten kreatips.com Rosehan Anggota DPRD Provinsi Kalsel  saat  diminta tanggapannya mengaku 

“Sangat disayangkan,. dan  terkesan tidak mensyukuri nikmat, dan malah dijadikan bahan bully,” ujar mantan Wakil Gubernur Kalsel ini, 

Menurut legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, apa yang dilakukan kafilah tersebut merupakan contoh yang tidak baik. “Setahu saya video tersebut sudah beredar di mana-mana,” ucap Rosehan dengan nada agak emosi.

Rosehan mempertanyakan balik kepada para kafilah yang mempertanyakan soal honor tersebut. “Apakah tidak merasa selama ini mereka sudah dapat bahkan banyak nikmat yang diperoleh dari MTQ?” cetus Rosehan.

“Sekali lagi, saya sangat menyayangkan perilaku kafilah seperti ini,” tegasnya.

Padahal, lanjut Rosehan, berkat MTQ itulah kafilah bisa ke mana-mana dan juga mendapatkan rezeki.

Penundaan MTQ sendiri, kata Rosehan bukan tanpa alasan, tetapi ada pertimbangan yang justru demi keselamatan kafilah sendiri.

“Penundaan ini justru karena melihat ada mudharat yakni kekhawatiran terjadi penularan Covid-19 kepada peserta dan semua pihak yang terlihat dalam MTQ ini,” tandas Rosehan.

Karena itu, menurut Rosehan, tindakan Pemrov sudah benar dan sangat tepat demi keselamatan banyak orang dari bahaya Covid-19.

“Saya support Pak Pj Gubernur berani mengambil keputusan ini, walaupun ada kafilah yang menjadikannya bahan bully,” tutup Rosehan NB. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar