Unordered List

6/recent/ticker-posts

Sekitar 542 Calon Haji Di Kalsel Gagal Berangkat.

BANJARBARU, Kontak24jam.Net - Pagi tadi  Senin (29/05/23) kloter pertama calon jemaah haji (calhaj) Kalsel berangkat dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. Dari 3.818 calhaj, ada 542 orang yang gagal berangkat dengan berbagai alasan hingga digantikan oleh calhaj cadangan.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Rusbandi mengatakan, salah satu alasan adalah karena calhaj belum punya uang untuk melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

“Jumlahnya ada 104 orang,” katanya kepada awak Media  kemarin (28/05/23)

Lalu calhaj yang tak berangkat ke tanah suci karena sakit sebanyak 47 orang dan wafat sebanyak 46 orang. “Ada juga yang menunggu penggabungan mahram 125 orang dan menunggu pendampingan lansia 47 orang,” tambahnya.

Bukan hanya itu, ada tujuh calhaj yang memutuskan membatalkan berhaji tanpa alasan. Kemudian, 42 lainnya tidak ada kabar.

“Lalu delapan calhaj lainnya tidak berangkat karena hamil dan menyusui, lima orang lantaran sudah pernah haji, serta 111 calhaj dengan berbagai alasan lain,” papar Rusbandi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan, meski ada ratusan calhaj yang tidak bisa berangkat, Kemenag berupaya untuk mengisi kekosongan itu.

“Kita berupaya menutup kursi yang kosong, agar kuota 3.818 tetap terpenuhi,” ucapnya.

Ia mengaku sudah menggelar rapat dengan Garuda Indonesia, selaku maskapai yang melayani penerbangan haji untuk mengantisipasi apabila ada jemaah yang tidak bisa berangkat.

“Kami sepakat sesuai arahan Menteri Agama, semua kursi yang tidak dipenuhi harus ditutupi,” kata Tambrin.

“Petugas yang berhalangan juga ditutup, sehingga kuota tetap terpenuhi,” tambahnya.

Sesuai aturan, calhaj yang tidak dapat berangkat diganti oleh calhaj cadangan yang sudah melunasi Bipih dan dokumennya lengkap.

“Tahun ini ada 4.367 calhaj yang berhak melunasi Bipih. Terdiri dari calhaj non cadangan 3.818 orang dan cadangan 549 orang,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan calhaj yang tidak punya biaya untuk melunasi Bipih-nya? Tambrin mengaku masih menunggu kebijakan dari Dirjen PHU.

“Sedangkan yang sakit, bisa ditunggu sampai sembuh. Kalau meninggal dunia bisa diganti oleh ahli waris atau dananya dikembalikan sesuai aturan Dirjen PHU,” pungkasnya.

Calhaj kloter 1 Embarkasi Banjarmasin asal Kabupaten Banjar telah memasuki asrama haji di Kota Banjarbaru, kemarin (28/5) sekitar pukul 11.00 Wita.

Sebanyak 328 calhaj itu langsung menerima dokumen, living cost, gelang identitas, dan cek kesehatan.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan, penerimaan calhaj kloter 1 berjalan lancar. “Memang tadi ada tujuh orang yang harus dibantu kursi roda,” ujarnya.

Kloter 1 akan diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada hari ini (29/5) sekitar pukul 13.50 Wita dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor.

Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada Senin, pukul 21.10 waktu Arab Saudi.

Tambrin berharap, para calhaj mematuhi semua arahan petugas. Sebab di Arab Saudi, sekarang cuaca sedang panas-panasnya. “Informasi yang saya terima, cuaca di Madinah mencapai 41 derajat celsius,” ucapnya.

Dengan cuaca sepanas itu, Tambrin mengimbau agar para jemaah menghindari paparan matahari langsung di atas pukul 10 pagi. “Karena jam 10 pagi sudah panas sekali. Kalau bisa pakai payung atau penutup lainnya,” imbaunya.

Selain itu, ia meminta, agar jemaah memperbanyak minum air putih. “Terlebih air zamzam, karena sangat bagus untuk tubuh,” imbuhnya.

Terakhir, jemaah diminta tidak berdesak-desakan dalam kondisi yang tidak perlu. “Ini jika kondisinya tidak mendesak. Kalau tawaf ya memang sudah seperti itu,” tuturnya.

Ihwal operasional haji di Embarkasi Banjarmasin, Tambri menyampaikan, keberangkatan ke tanah suci dimulai pada 29 Mei hingga 22 Juni 2023.

Embarkasi Banjarmasin pada tahun ini memberangkatkan 17 kloter calhaj, gabungan dari Kalsel dan Kalteng. (her)



Posting Komentar

0 Komentar