Unordered List

6/recent/ticker-posts

Sanksi Ekonomi Amerika Serikat dan NATO Ke Rusia Bak Senjata Makan Tuan

 

Kontak24jam.Net - Dampak operasi khusus Rusia ke Ukraina mulai dirasakan oleh negara-negara yang memberi Sanksi atas sikap Vladimir Putin.

Satu di antaranya adalah Amerika, meski Joe Biden belum menyatakan sikap larangan soal impor minyak dari Rusia, tapi dampak sudah membuat perekonomian AS tidak normal.

Hingga saat ini sikap Joe Biden pada Vladimir Putin ini pun tidak jelas, yang ada warga AS malah harus merasakan dampak besar.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan pemerintahan Biden belum mencapai keputusan apakah akan melarang impor minyak dari Rusia.

Namun, Joe Biden disebut sudah mengantisipasi dengan cara menekan Arab Saudi untuk meningkatkan produksi dan bahkan mengirimkan alat perdamaian ke Venezuela.

"Belum ada sikap soal penghentian impor dari Rusia," kata Jen Psaki kepada wartawan pada hari Selasa 8 Maret 2022.

Jen Psaki mengatakan, ketika bel penutupan berbunyi pada Senin kemarin, saham AS mengalami penurunan sejak beberapa pekan lalu.

Hal itu sebagian besar didorong oleh ketakutan yang sama, dampak Sangsi AS terhadap Rusia untuk operasi militer khusus di Ukraina.

Nasdaq Composite turun 482,48 poin menjadi berakhir di 12.830,96, kemudian S&P 500 turun 127,78 poin menjadi ditutup pada 4.201,09.

Sementara Dow Jones turun 797,42 poin pada hari Senin, 7 Maret 2022  lalu, menjadi 32.817,38.

Di sisi lain warga AS harus membeli bahan bakar minyak lebih mahal dari biasanya.

Hal itu disebabkan harga minyak terus naik selama akhir pekan, mencapai 130 dolar AS (Rp1.873.040) per barel.

"Kenaikan minyak  membuat pasar tidak stabil," kata Kepala eksekutif dan manajer portofolio di Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield kepada Wall Street Journal.

"Pasar khawatir tentang perang dan dampaknya terhadap pertumbuhan AS dan perusahaan AS," ucapnya lagi menambahkan.

Saham bank pun dikatakannya sangat menderita, dengan US Bancorp kehilangan 3 persen dari nilainya dan Citigroup turun 1,4 persen.

Selain itu, perusahaan jasa mengalami penurunan berdasarkan ekspektasi biaya operasi yang lebih tinggi.

"Hal itu dipengaruhi kenaikan harga gas, sehingga McDonald's, Starbucks, dan Nike semuanya jatuh," katanya.

Amerika benar-benar merasakan dampak besar dari caranya memperlakukan Rusia.

Rupanya sangsi AS terhadap ekonomi Rusia, telah menyebabkan kekacauan di pasar di seluruh dunia.

Pada Selasa 8 Maret 2022, AS dan sekutunya mulai membahas kemungkinan larangan mengimpor produk minyak Rusia, ekspor terbesar negara itu.

Sebagaimana diketahui, Rusia menyediakan 40 persen gas Eropa.

Namun, dikatakan Jen Psaki, hal itu belum mencapai kata sepakat. "Tidak ada keputusan yang dibuat pada saat ini oleh presiden," katanya sambil memberi waktu tentang situasi rumit di negaranya.

Biden malah mempertimbangkan untuk mendatangi Arab Saudi, meminta produsen minyak terbesar di dunia dan mitra dekat AS.

Hal itu penting dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak untuk mengimbangi potensi hilangnya gas Rusia. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar