Unordered List

6/recent/ticker-posts
                           

Para Warga Ukraina Persiapkan Senjata Perang Melawan Pasukan Rusia.


Jakarta, Kontak24jam.Net -- Perang Ukraina dan Rusia tidak hanya melibatkan kekuatan tempur masing-masing negara, melainkan tentara bayaran dan relawan internasional.

Namun berapakah imbalan bagi dua kelompok pasukan bantuan ini?

Zelensky: Eropa Tamat jika Satu dari 15 Reaktor Nuklir Ukraina Meledak.

Presiden Ukraina Voloydmyr Zelensky telah memulai program bernama 'Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina.' Pemerintah juga menghilangkan permintaan visa untuk para relawan yang ingin bergabung ke medan perang dan membantu Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Seorang pejabat Ukraina menyebut kekuatan militer negaranya memiliki tentara yang cukup, tetapi ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Ukraina membela demokrasi dan nilai-nilai internasional.

Ia menyebut relawan yang bergabung ke medan perang akan diperlakukan seperti anggota militer dan mendapat imbalan yang sama.

8 Negara yang Tolak Kecam hingga Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
"Mereka akan diperlakukan sebagai sesama anggota militer Ukraina dan memiliki hak yang sama," ujarnya, seperti dikutip Middle East Eyes.

"Seorang anggota tentara Ukraina biasa menghasilkan US$3.500 (Rp50,3 juta) per bulan. Jadi mereka (relawan) akan menghasilkan uang yang sama," tambahnya.

Selain program relawan yang diadakan pemerintah Ukraina, perang Rusia dan Ukraina ini turut melibatkan sejumlah tentara bayaran.

Pada pekan ini, sebuah iklan pekerjaan muncul di situs Silent Professionals, sebuah situs web untuk pekerjaan bidang pertahanan dan keamanan.

Iklan ini mencari beberapa tentara bayaran untuk melakukan operasi evakuasi individu dan keluarga di seluruh pedesaan dan kota-kota besar Ukraina.

"Pemberi kerja adalah perusahaan yang berbasis di AS. Baik agen pria dan wanita dipersilakan untuk melamar," tulis iklan tersebut.

Putin Sesumbar Rusia Akan Diuntungkan dengan Sanksi Ekonomi.

"Hanya kandidat yang sangat berpengalaman yang memiliki setidaknya lebih dari lima tahun pengalaman militer di wilayah Eropa yang akan dipertimbangkan untuk pekerjaan ini," tambahnya.

Imbalan yang diberikan untuk pekerjaan tersebut cukup menggiurkan, berkisar dari adalah US$1.000 hingga US$2.000 atau sekitar Rp14,3 juta hingga Rp28,6 juta per hari. Imbalan dan bonus untuk pekerjaan ini akan diberikan setelah operasi selesai.

Lebih lanjut, otoritas Ukraina menyebut saat ini sudah ada 16 ribu relawan yang bergabung dan membantu negaranya di medan perang.

Meski demikian, Ukraina membantah negaranya mempekerjakan tentara bayaran swasta, dan menyebut negaranya hanya menerima relawan. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar