Unordered List

6/recent/ticker-posts

Simpatisan Cagub Kalsel Denny Indrayana Sempat Di Culik Dan Dipukuli.


KONTAK24JAM.COM - Simpatisan Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana mengaku sempat diculik dan dipukuli oleh orang tak dikenal saat mensosialisasikan gerakan melawan politik uang. Korban adalah A, R, K, dan D.


Salah satu korban berinisial K mengatakan insiden ini terjadi setelah mereka selesai memasang spanduk dan menempel stiker anti-politik uang di Pilgub Kalsel di sekitar wilayah Kelayan Timur, Kota Banjarmasin pukul 14.00 Wita, Ahad, 23 Mei 2021.

Mereka dihampiri oleh 5 orang tidak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor. Kelima orang tersebut mengaku sebagai anggota pengawas Pilgub Kalsel dan mengatakan bahwa telah melakukan rapat serta mengkaji spanduk dan stiker anti politik uang tersebut yang dituduh telah menyalahi aturan.

“Kami kaget ketika dihampiri mereka. Salah satunya menghubungi teman-temannya dan mengajak untuk datang. Tidak lama kemudian, mereka datang lebih banyak sekitar 15-an lalu memojokkan kami,” kata K saat didampingi oleh tim hukum Denny, Muhammad Isrof Parhani, lewat siaran pers kepada Tempo, Senin 24 Mei 2021.

Setelah merasa sangat terpojok dan terintimidasi, mereka berempat memutuskan untuk pergi. Namun sayangnya, A dan R yang berboncengan motor tertinggal di tempat, sehingga ditarik oleh orang tidak dikenal tersebut dan dibawa pergi.

A dan R dibawa secara terpisah menggunakan sepeda motor berboncengan tiga orang dalam posisi diapit di tengah-tengah. Tak luput, ponsel mereka berdua disita dan diakses tanpa izin oleh orang-orang tersebut.

“Saya dipaksa menyerahkan handphone dan membuka kunci nya. Mereka cek WhatsApp dan saya lihat mereka sempat screenshot dan kirim foto-foto ke handphone milik mereka,” kata A kepada tim hukum.

A mengaku dibawa ke sebuah jalan sepi di sekitar Banjar Indah. Ia dipukuli dan diancam akan dibunuh. Sedangkan R sempat dibawa ke sebuah rumah, kemudian dibawa ke suatu jalan sepi di sekitar Teluk Kubur lalu diancam dan dipukuli oleh sekitar 4 orang.

Keduanya baru dilepas setelah disuruh membuat pernyataan bahwa kampanye yang mereka lakukan menyalahi aturan.

Tim hukum pasangan Deny Indrayana, Muhammad Isrof Parhani, mengatakan tindakan premanisme dalam Pilgub Kalsel ini telah mencederai demokrasi. Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar terus menolak praktik politik uang dan tidak perlu takut dalam melawan premanisme. “Tindakan seperti preman tersebut tidak akan pernah bisa membuat kami berhenti melawan politik uang, kami bertumbuh dan akan terus bertumbuh,” ucap Isrof.

Posting Komentar

0 Komentar