Unordered List

6/recent/ticker-posts

Habib Banua Blak-blakan Bersuara Dukung Haji Denny Dan Difri Pemilihan Ulang Nanti.

KONTK24JAM.COM - Sempat tak terdengar, Habib Abdurrahman Bahasyim akhirnya blakblakan seputar arah dukungannya di Pilgub Kalsel 2020 yang diulang atas perintah Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebelumnya, MK memerintahkan KPU Kalsel menggelar pemungutan suara ulang (PSU) terhitung 60 hari sejak putusan dibacakan Jumat 19 Maret kemarin.

MK memerintahkan PSU di 7 kecamatan, 3 kabupaten dan kota di Kalsel, yakni Banjarmasin, Banjar, dan Tapin, karena menemukan kejanggalan dalam pemungutan suara sebelumnya.

Walhasil, meminjam data masing-masing KPU di tiga daerah itu, baik Denny Indrayana-Difriadi Darjat (H2D) dan Sahbirin-Muhidin (BirinMu) bakal memperebutkan 266.757 suara pemilih.

Lantas, ke mana arah dukungan senator Kalsel tersebut? Habib Banua, sapaan Abdurrahman, rupanya melabuhkan dukungannya ke paslon H2D.

“Kita tahu Haji Denny Adalah salah satu putra terbaik Banua. Beliau masih muda, seorang cendekia, kiprah dan karyanya. Tak hanya berskala nasional, namun juga internasional. Saya yakin beliau mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk Banua kita tercinta,” ujar anggota Komite I, DPD RI.

Lebih jauh, Habib Banua perlu dipimpin seorang profesor sekaligus pakar hukum tata negara seperti Denny untuk menyelesaikan persoalan pembangunan dan carut marut pengelolaan lingkungan hidup Kalsel.

“Reputasi Denny dalam penegakan antikorupsinya perlu diacungi jempol. Betul betul fokus. Dan yang terpenting dikerjakan. Orang-orang di Jakarta, siapa tidak mengetahui integritas Denny Indrayana. Kalsel akan berbangga jika Denny diberikan kesempatan oleh masyarakat untuk memimpin,” ujarnya.

Sementara, dalam 56 hari menjelang PSU, Denny kembali menuangkan buah pemikiran terbarunya. Menariknya, ia turut menyinggung kekayaan sumber daya alam (SDA) Kalsel.

“Amanah adalah kata kunci untuk kita menyelamatkan Banua Kalimantan Selatan. Amanah khususnya wajib dimiliki dan diterapkan oleh siapapun yang mendapatkan mandat untuk memimpin Banua. Kepemimpinan tanpa dilandasi prinsip amanah akan melahirkan tindakan penyimpangan, penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), dan yang paling merusak korupsi. Pemimpin yang memegang teguh prinsip amanah tidak akan korupsi, dan sebaliknya,” ujar Denny, dalam paragraf pembuka ‘Pemikiran Haji Denny’ dilansir dari integritylaw.id, Selasa (23/3/21)

Tanpa prinsip amanah, kata dia, tidak akan terbuka pintu kesejahteraan, dan kemakmuran bagi masyarakat Kalsel.

“Itulah jawaban kenapa kekayaan alam Kalsel yang berlimpah, tidak menghasilkan kesejahteraan. Karena tata kelola kekayaan alam itu tidak dilandasi prinsip amanahnya,” ujarnya.

Akibatnya, sambung Denny, amanat Pasal 33 UUD 1945 tidak terpenuhi, yaitu agar bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Hutan di Kalsel sudah hampir tiada, sebagaimana batu bara juga nyaris sirna. Sedangkan rakyat yang miskin, masih ada di mana-mana. Letak masalahnya adalah hilangnya kata “amanah” dalam sendi kehidupan bernegara, khususnya di bidang pemerintahan,” ujar Denny. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar